Water Fountain Dibangun Lewat Lelang, Bukan Anut Sistem Sewa

Water Fountain Dibangun Lewat Lelang, Bukan Anut Sistem Sewa

PEMBANGUNAN air mancur menari (dancing water fountain) di Telaga sudah melalui tahapan yang benar. Mulai pembuatan master plan, feasibility study (studi kelayakan), detail engineering design (rancang bangun rinci), hingga analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

‘’Pembangunannya melalui lelang di katalog elektronik dengan pendampingan langsung oleh APH (aparat penegak hukum),’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi kepada PNG.go.id, Selasa (14/2/2023).

Pernyataan Judha itu sekaligus menyanggah informasi di media sosial bahwa water fountain di Telaga Ngebel bukan sepenuhnya milik Pemkab Ponorogo, melainkan sebatas sewa kepada pihak ketiga. Judha juga menegaskan, pembangunan air mancur menari itu bertujuan meningkatkan aktivitas pariwisata di Telaga Ngebel yang berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‘’Kita harus fokus pada dampak positif yang dihasilkan dengan keberadaan water fountain bagi kesejahteraan masyarakat daripada menghabiskan energi untuk membuat hoax yang bisa berujung fitnah,’’ tegasnya.

Air mancur menari di Telaga Ngebel memiliki daya tarik eksklusif karena hanya ada sembilan destinasi serupa di Indonesia. Selain itu, jarang adanya water fountain yang menari di atas permukaan danau alami. Judha mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan ke Telaga Ngebel meningkat pesat setelah Bupati Sugiri Sancoko meresmikan water fountain itu pada malam pergantian tahun 2023 lalu.

‘’Target PAD (pendapatan asli daerah) retribusi masuk Telaga Ngebel naik lebih dari dua kali lipat tahun ini,’’ jelasnya. (supri gareng)

READ  Komitmen Tinggi Terhadap Pelayanan Kesehatan Sulpakar Terima Penghargaan UHC Award 2023

COMMENTS