Hasil Real Count Sementara KPU, 10 Parpol Terancam Gagal ke DPR RI

Hasil Real Count Sementara KPU, 10 Parpol Terancam Gagal ke DPR RI

Jakarta,Sebanyak 10 partai politik (parpol) terancam tidak lolos ke DPR RI atau gagal ke parlemen.

Pasalnya, raihan suara 10 partai politik itu berdasarkan hasil penghitungan riil atau real count sementara KPU belum mencapai ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen.

Hitung ril atau real count KPU itu dikutip dari lamanpemilu2024.kpu.go.id.

Berdasarkan hasil hitungan Jumat (16/2/2024) pukul 10.46 WIB, real count itu menggunakan data dari 32,38 persen tempat pemungutan suara (TPS) atau 266.560 TPS dari 823.236 total TPS.

Berdasarkan hasil sementara itu menunjukkan bahwa PPP meraih 732.946 suara atau 3,99 persen.

PSI meraih 3,04 persen suara, Perindo 1,63 persen, Partai Gelora 1,29 persen, Partai Hanura 1,16 persen, dan Partai Buruh 1,13 persen.

Partai Ummat baru memeroleH 0,99 persen suara, PBB yang diketuai Yusril Ihza Mahendra meraih 0,78 persen suara, Partai Garuda 0,77 persen suara, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang diketuai

Anas Urbaningrum meraih 0,72 persen suara.

8 Sudah Lolos

Sedangkan 8 partai politik peserta Pemilu 2024 lainnya, sudah aman ke DPR RI.

Sebab, berdasarkan hasil hitungan ril KPU hingga Jumat (16/2), suaranya sudah melampaui ambang batas parlemen.

Delapan parpol itu adalah PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Demokrat, dan PAN.

Tapi, real count sementara ini bukan hasil akhir Pemilu 2024.

Sebab, data yang masuk belum mencapai 100 persen.

Selain itu, real count yang ditampilkan di laman web KPU itu juga hanya sebagai informasi publik.

Begitu pula hasil hitung cepat lembaga survei, bukan penentu partai yang lolos maupun yang gagal ke parlemen.

Hasil resmi raihan suara semua parpol tetap mengacu pada rekapitulasi suara manual secara berjenjang, mulai dari rekapitulasi tingkat TPS hingga tingkat KPU RI.

READ  Apes! Caleg di Lampung Ditipu Oknum KPU, Sudah Beri Uang Rp 530 Juta, Dijanjikan Lolos Ternyata Zonk

Sesuai jadwal, rekapitulasi manual dimulai 15 Februari hingga 20 Maret 2024. (*)

COMMENTS